Soft Skill Jadii Titik Utama Dunia Kerja

Loading...

Keterampilan sekarang menjadi salah satu acuan suatu lembaga untuk memperkerjakan orang, tidak sedikit lembaga yang menguji keterampilan kepada orang yang ingin melamar kerja. Pihak yang lulus tes atau yang berhasil diuji keterampilannya akan diterima dilembaga tentunya. Oleh karena itu, tidak sedikit orang tua yang menyekolahkan anaknya ke sekolah menengah kejuruan agar mendapat keterampilan dari pelajaran produktif.
Erika Kurniasari,S.Si, perempuan yang lahir di Boyolali 28 Agustus 1988 ini mengutarakan bahwa softskill menjadi bahan utama,apalagi didunia kerja pertama kali yang dibutuhkan adalah sofskill,kalau keterampilan atau hardskill bisa diajarkan melalui training atau pelatihan-pelatihan,magang artinya hardskill bisa dipelajari. Perbedaan Softskill dan hardskill menurut Erika adalah, Softskill berhubungan dengan karakter bisa pembentukan dari sekolah awal,jika hardskill dihubungkan dengan latihan atau uji coba. Apalagi dijaman sekarang, softskill sangat penting untuk dimiliki anak muda. Dengan demikian, perempuan yang kerap disapa Erika ini bertujuan ingin mengembangkan softskill siswa, karena jika softskillnya pasti bagus karirnya juga bagus.
Beda guru tentunya beda juga strategi yang dimiliki agar banyak anak yang bisa cepat dalam menanggapi materi yang disampaikan. Dengan begitu Erika mempunyai strategi untuk mengembangkan anak adalah dengan cara ditanamkannya kedisiplinan pada moment upacara dan ekstrakulikuler, sedangkan rasa percaya diri ditanamkan melalui kegiatan seni dan olahraga,dan juga dengan mendatangkan trainer motivator agar siswa termotivasi. Sekolah yang memiliki 19 kelas dengan rata-rata 25 siswa perkelas ini memiliki beberapa jurusan,seperti asisten keperawatan,farmasi klinis dan komunitas,farmasi industry,teknik sepeda motor, dan perbankan syariah. Kegiatan belajar mengajarnya berlangsung dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 15.40 WIB
Lalu siapa yang berperan penting untuk membentuk softskill siswa? Tentunya dengan kerjasama sekolah dan pihak orang tua ,serta minat anak. Jika hanya salah satu dari pihak tersebut,pastinya tidak akan berhasil.Program yang sudah diterapkan sekolah untuk mengembangkan softskill bagi siswa diterangkan oleh Heri Wiyanto selaku Wakil Kepala Sekolah ,yaitu praktek sesuai jurusan masing-masing atau yang sering disebut dengan magang. Untuk mempermudah siswa dalam praktek,SMK An-Nur sudah bekerjasama dengan dunia luar,praktek dilaksanakan selama 6 bulan dan di beri jeda yaitu dua tahap,tahap pertama kelas 11 semester dua dan tahap kedua dilaksanakn kembali pada saat siswa menduduki bangku kelas 12 semester pertama. Softskill juga sudah diintegrasikan dalam dunia pelajaran. Setelah program diterapkan,pasti ada hambatan yang dialami sekolah. Seperti yang dituturkan oleh pria yang kerap disapa Heri ini ,bahwasanya siswa memiliki karakter berbeda-beda.
Keterampilan yang diharapkan SMK An-Nur disampaikan oleh Heri yaitu “Anak-anak bisa terampil sesuai bidangnya dan disertai karakter yang baik.” Uji coba sofskill diterapkan melalui bekerjasama dengan psikolog. Setiap sekolah pastinya mempunyai visi dan misi masing-masing, Visi: Terwujudnya SMK yang berbasis kebutuhan masyarakat,berorientasi global,membentuk siswa cerdas,iman,taqwa,terampil,mandiri dan berkarakter melalui pendidikan yang bermartabat. Misi:

1. Mentransfer ilmu dan keterampilan keperawatan,kefarmasian, keindustrifarmasian,keterampilan perbankan syariah serta pengembangan keahlian dalam bidang teknik sepeda motor
2. Menciptakan tenaga kerja terampil kelas menengah berkualitas local,nasional,dan global
3. Meningkatkan kualitas masyarakat sekolah sehingga menjadi ushwatun khasanah.
Harapan dari Heri adalah supaya semua siswa mempunyai softskill yang baik,dan jika ada penyimpangan maka akan dilakukan tindakan khusus,Harapan untuk SMK An-Nur adalah agar semua kompetensi bisa semakin maju.
(Insan/r)

loading...

Related posts

Leave a Comment