(Dari Kunjungan Ibu Negara di Karanganyar) AJAK SISWA BERANTAS NARKOBA

kunjungan-ibu-negara-1-1024x504

Karanganyar – Ibu negara, Iriana Joko Widodo, bersama ibu Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla dan istri Gubernur Jawa Tengah, Atiqoh Ganjar Pranowo mengadakan kunjungan kerja di Kabupaten Karanganyar, Selasa (21/2/2017).  Kunjungan Ibu Negara Iriana Jokowi, dan istri Wapres Mufidah Kalla beserta rombongan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK)  disambut baik oleh semua warga Karanganyar.

Rombongan ibu negara pertama mengunjungi tempat pendidikan anak usia dini (Paud) Mungkur Manggala 2 di Dusun Sidorejo Desa Mungkur, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Di Paud tersebut, rombongan melihat proses belajar mengajar di tempat pendidikan anak usia dini. Setelah itu, rombongan menuju ke waduk Gondang, Karanganyar, untuk melakukan penanaman pohon durian.

Rombongan Iriana Jokowi lalu melanjutkan kunjungannya kembali ke Kantor Kecamatan Kerjo, Karanganyar untuk melihat proses pemeriksaan Inspeksi visual asam (IVA) test atau deteksi dini kanker leher rahim alternatif.

Terakhir rombongan menuju ke rumah dinas Bupati Karanganyar atau yang kerap disebut Pendopo. Di tempat ini, Iriana Jokowi melihat-lihat stand pameran dari sejumlah usaha kecil dan menengah. Iriana Jokowi, Mufidah Jusuf Kalla, serta Atiqoh Ganjar Pranowo sempat berbelanja sejumlah barang. Iriana Jokowi terlihat membeli beberapa potong kebaya dari stand pameran tersebut.

Setelah itu, rombongan VIP menghadiri pameran UKM dan sosialisasi antinarkoba di Karanganyar Kota. Pada saat sosialisasi anti narkoba Ibu Negara memberi pertanyaan kepada siswa terkait anti narkoba, yang bisa menjawab diberi hadiah sepeda gunung dan hadiah hiburan lainnya. Disamping itu Ibu Negara Iriana Jokowi, dan istri Wapres Mufidah Yusuf Kalla juga memberi kenang-kenangan berupa piagam dan 30 tempat sampah untuk sekolah yang membutuhkan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs.Tarsa,M.Pd dalam membuka acara menyampaikan ada tiga hal yang harus diketahui siswa anti narkoba, anti kekerasan dan anti pornografi. Â “Kami berharap ketiga hal tersebut yang harus kuasai siswa maka perlu dihindari hal-hal yang tidak diinginkan, tapi semua ini harus didukung dan peran serta stekeholder mulai dari keluarga, sekolah, rumah sakit, polisi, dan masyarakat,” paparnya.

Dikatakan, rencananya Disdikbud Karanganyar juga akan mengadakan gerakan nyata untuk operasi di sekolah dan bekerja sama dengan Dinas terkait. (Ami)

0Shares

Related posts

Leave a Comment