Larangan Gesek Ganda Kartu Debit dan Kredit

Kartu plastik yang sangat sakti yang sering digunakan untuk berbelanja disinyalir banyak disalahgunakan oleh kasir yang menggesekkan atau menswift kartu ke mesin Electronic Data Capture atau EDC. Kartu ATM atau kartu kredit adalah kunci elektronik yang digunakan untuk mengkoneksikan disi seseorang kepada bank. Diri seseorang yang akan melakukan pembayaran harus memiliki akun rekening bank atau kartu kredit yang aktif. Perbedaanya adalah jika kartu debit maka kita harus memiliki deposit sedangkan kartu kredit adalah kartu yang digunakan untuk media pembayaran baru kemudian kita akan ditagih pada bulan berikutnya.
Dalam praktiknya dilapangan ternyata saat menggesek atau menswift kartu yang kedua maka data akan disimpan oleh kasir. Atau saat kartu digesekkan pada cash register. Pemilik kartu mungkin tidak terasa karena berlangsung sangat cepat dan terasa sangat logis karena setelah menggesek di mesin cash register loker akan terbuka. Berati pemikiran orang adalah gesekan kartu digunakan untuk membuka loker cash register dengan id pemilik kartu.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengancam akan memback list merchant yang melakukan penggesekan ganda. Steve Marta selaku General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) mengatakan bahwa jika kartu digesek 2 x dan kasir mencatat atau memotret atau menghafalkan 3 digit nomor Card Verification Value (CVV) yang berada dibelakang kartu maka tidak menutup kemungkinan akan bisa dibuat kartu duplikatnya yang bisa digunakan untuk bertraksaksi. Mengenai chip yang berada didepan kartu tidak menjadi masalah saat kartu digunakan untuk transaksi online. Saat transaksi online chip tidak diperlukan.
Jika ada kasir yang tetap nekat menswipe 2x maka pemikik kartu berhak menolak atau melaporkan ke Bank Indonesia 131 Contact Center (BICARA) dengan menyebutkan nama merchant dan nama bank pengelola yang dapat dilihat di stiker mesin EDC. peraturan larangan gesek 2 x sudah tertuang di Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.
Bambang Eka Purnama ketua APMMI – Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia mengatakan bahwa dirinya atau mungkin masyarakat sering ditelpon dari bank untuk menawari kartu kredit dan asuransi dengan syarat yang sangat mudah. Dari sinilah salah satu data nasabah diperoleh dan dijual ke penyelenggara kartu kredit dan asuransi. Sales kartu kredit kemudian menelpon para calon nasabahnya. Bambang menghimbau jika terjadi transaksi mencurigakan di buku rekeningnya atau tagihan kartu kredit untuk segera mengkonfirmasi kepada bank penerbit kartu.
Pada Pasal 34 huruf b, BI melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran. Tercakup di dalamnya, yaitu larangan pengambilan data melalui mesin kasir di pedagang.
Direktur BCA Santoso menegaskan swipe atau gesek kartu harusnya hanya dilakukan pada mesin Electronic Data Captured (EDC). Penggesekan kartu diluar mesin EDC adalah menyalahi aturan.

Related posts

Leave a Comment