Dari Pelaksanaan Diklat Jurnalistik di SMP Negeri 1 Sukoharjo Dra.Indiah Dewi Murni,M.Pd “Calon Pemimpin harus bisa menulis Jurnalistik”

Pendidikan jurnalistik di era sekarang dirasa memiliki peran yang sangat penting, apalagi bagi seorang pemimpin, baik di instansi negeri baik di instansi swasta. Khususnya di dunia pendidikan, diklat jurnalistik akhir-akhir ini mulai digemari oleh kalangan pendidikan. Mulai dari SD, SMP, SMA/SMK, Mahasiswa. Kalau dulu ilmu jurnalistik hanya dipelajari oleh mahasiswa komunikasi, tetapi sekarang ilmu jurnalistik sekarang telah dikenalkan kepada murid SD, SMP, dan seterusnya. Seperti yang terjadi hari lalu Selasa, 10 Oktober 2017. SMP Negeri 1 Sukoharjo menggelar acara diklat jurnalistik yang berlangsung selama tiga hari, di aula lantai dua SMP setempat.

Dra. Indiah Dewi Murni, M.Pd

Diklat jurnalistik yang diikuti kurang lebih 50 orang siswa yang terdiri dari kelas 7, dan kelas 8. Acara itu berlangsung aman dan lancar, kepala sekolah mengatakan “Pendidikan jurnalistik sebagai bekal untuk menghantarkan anak-anak menjadi orang cerdas dalam penulisan karya jurnalistik dan karya ilmiah. Karena ukuran kecerdasan seseorang itu tidak hanya dilihat dari ucapan atau statement yang disampaikan, tetapi lebih penting dapat dilihat dari hasil tulisan atau karya yang dituangkan dalam bentuk berita atau jurnal ilmiah, wartawan itu adalah profesi, maka yang bersangkutan harus memiliki kemampuan, kecerdasan, serta pengetahuan yang luas. Wartawan harus trampil memanage waktu, wartawan harus pandai mengendalikan waktu, bukan waktu yang mengendalikan kita. Hal lain yang tidak ketinggalan, ibu kepala sekolah juga menyarankan para siswa juga memiliki sifat disiplin, tekun, ulet, dan pantang menyerah.

Murid-murid SMP Negeri 1 Sukoharjo mengikuti diklat jurnalistik

Sementara itu pemimpin redaksi Majalah DIDIK Riestanto S.sos, saat mengawali pembukaan menyampaikan perlu dan pentingnya pendidikan jurnalistik pada siswa, karena dengan ilmu jurnalistik akan mudah menghantarkan seseorang menguasai berbagai ilmu pengetahuan yang lain, karena dalam ilmu jurnalistik ada seni tersendiri, ada keberanian, namun juga harus di barenggi dengan rasa pertanggung jawaban. Karena itu kecerdasan dan pengalaman yang luas bagi seorang wartawan, menurut Riestanto “Harus didalami dan dipelajari secara terus menerus. Ilmu jurnalistik tidak ada matinya bahkan berjalan sampai dunia ini kiamat.”.

Narasumber/Tutor

Pembicara lain yang turut hadir dan memberikan materi adalah Herky Mahendra S.Pd selaku Redaktur Pelaksana Majalah DIDIK, Panut Jarwo Prasetyo selaku Wartawan senior Sukoharjo, Boby Brigantoro Aji Asisten Redaktur, David Chris Cahyono Periklanan, dan juga Heksa Putra Desaine Grafis & Layout. Materi yang disampaikan antara lain : Dasar-dasar Jurnalistik, Undang-undang pers, teknik mencari, menulis, dan menyunting berita. Para siswa di hari ke-2 akan diminta untuk membuat laporan berita berdasarkan narasumber yang ada di sekolah, mereka akan dibagi menjadi bentuk kelompok untuk membuat tugas. Mereka juga akan diajari tentang pembuatan Quesioner, teknik potografi, dan teknik Desaine Grafis & Layout. Karena usai diklat, sekolah ini akan mendirikan majalah sekolah yang rencananya terbit tiap tiga bulan sekali, para pengurus dan susunan redaksinya adalah kepala sekolah, guru, dan para murid yang tergabung dalam diklat jurnalistik. (Ries/Boby/R)

Related posts

Leave a Comment