Sejenak Bersama Dra. Sri Hastuti Lastyawati, M.Pd Ketua MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) PPKn SMA-SMK se-Solo Raya AJAK GURU BERSIKAP PROFESIONAL


Apapun alasannya guru tetap harus bisa menjadi orang nomor satu dalam segala hal karena dalam perjalanan profesi guru adalah tiang atau pilar dalam diri seseorang kita pintar karena guru, kita sukses karena guru, kita bisa jadi kaya juga karena guru, tidak heran jika guru disebut orang yang digugu dan ditiru. Belum lama ini tim work majalah Didik menemui salah seorang guru SMK Negeri 4 Surakata bernama Sri Hastuti Lastyawati dia adalah guru bidang studi PPKn. Orangnya santun komunikatif dan memiliki segudang pengalaman dan ternyata dia pernah jadi guru berprestasi tingkat kabupaten/kota Surakarta. Pertanyaan yang kami ajukan bukan bidang studi yang diemban setiap hari tetapi jabatan baru yang diampu yakni sebagai ketua MGMP PPKn SMA-SMK se-Solo Raya.
Menurutnya Prioritas utama yang sedang digarap oleh MGMP yaitu untuk prioritas utama PKB (perkembangan keprofesian berkelanjutan) antara lain disini ada pembimbingan PTK(Penelitian Tindakan Kelas), membuat jurnal membuat modul buku-buku yang mana hal tersebut sangat dibutuhkan untuk kenaikan pangkat. Disamping itu juga perlu adanya karya inovasi atau inovatif antara lain disumbangankan melalui pembuatan karya seni kemudian pembuatan alat peraga dan pembuatan alat pelajaran. Lebih lanjut dikemukakan jumlah anggota MGMP PPKn SMA-SMK Solo Raya ada 14 MGMP yaitu 7 MGMP SMA se-Solo Raya dan 7 MGMP SMK se-Solo Raya. Tidak seperti MGMP kota/kabupaten, untuk pertemuan MGMP se-Solo Raya ini terprogram lewat grup dan dilakukan pertemuan setiap semester. MGMP PPKn Solo Raya ini baru ditandatangani SK nya pada bulan Februari 2017 sehingga ini masih baru dan mungkin baru satu-satunya di Jawa Tengah dan diharapkan yang lain bisa menyusul. “Materi PPKn di SMA dan SMK kurikulumnya sama saja, hanya pengembangannya yang berbeda karena mau bagaimanapun antara siswa SMA dengan SMK memang berbeda karena untuk siswa SMA jangkanya lebih panjang melalui kuliah kalau SMK itu bekerja tapi untuk materi dan kurikulum itu sama”, begitu ungkapnya.
Dijelaskan oleh Sri Hastuti Sebagai ketua kami menggerakkan anggota yang sudah berjalan berlangsung sejak turunnya SK ,mereka masih terpengaruh dengan adanya informasi KPO (Kenaikan Pangkat Otomatis) padahal itu mungkin baru wacana sehingga kadang mereka masih belum tertarik tapi ada juga yang sudah tertarik info ini perlu tindakan pemerintah untuk meluruskan apakah KPO itu berjalan atau tidak karena di dalam medsos itu banyak sekali info-info hoax yang membicarakan keotomatisan kenaikan pangkat tapi kenyataan nya tidak padahal seperti majalah DIDIK atau yang lainnya itu sangat diperlukan dalam rangka kita mengembangkan keprofesian karya inovatif karena tanpa jurnal tanpa majalah tanpa publikasi ilmiah nanti para guru jadi pasif dengan adanya jurnal itu otomatis para guru bisa lebih kreatif mungkin ada kejadian apa ditulis sehingga bisa menjadi sebuah karya ilmiah. Kami sebagai lembaga sebenarnya mau ke lembaga negara (Jakarta) untuk menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan program kerja MGMP namun karena sesuatu hal utamanya adalah keterbatasan waktu yaitu mempunyai tugas pokok mengajar maka maksud dan tujuan ke Jakarta tersebut akhirnya selalu tertunda. Sebenarnya ada waktu hari Sabtu atau hari libur bagi kami tetapi apakah lembaga negara di Jakarta pada jam-jam atau hari libur khususnya Sabtu disana buka. Namun kami tetap berupaya bagaimana caranya agar niat ini bisa tercapai khususnya kami sedang menghubungi para anggota dewan siapa tahu akan diberi waktu khusus untuk para pengurus MGMP Solo Raya bisa datang menghadap ke beliau.
Perlu diketahui MGMP bahwa siapa saja yang menjadi anggota MGMP Sri Hastuti mengatakan bahwa setiap guru SMA-SMK baik negeri atau swasta otomatis sudah menjadi anggota MGMP se-Solo Raya tanpa harus mendaftar. Perlu saya tambahkan jumlah anggota MGMP PPKn se-Soloraya kurang lebih sekitar 50 x 14 orang guru SMA-SMK. Sedangkan mengenai kegiatan rutin kami bisa bersifat insidental dan yang rutin yaitu setiap semester diadakan pertemuan. Kegiatan rutinitas yang sudah terprogram antara lain workshow, seminar-seminar, semilokal, RPP Silabus dan rencana lain diluar program kerja MGMP Kota/Kabupaten. Lebih lanjut ditambahkan Sri Hastuti bahwa manfaat mengikuti MGMP yaitu untuk memperkuat tali silaturahmi, professional pedagogic, membangun kebersamaan dalam status sosial, serta kepribadian. Hal itu sesuai dengan 4 kompetensi yang harus dikuasai oleh guru diharapkan bisa terlaksana dan tercapai.
Untuk pengurus MGMP PPKn Solo Raya periode 2017-2021 yaitu ada 8 pengurus diantaranya yaitu Pelindung yang dilembagai oleh Kepala Balai Pengendali Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Pembina, ketua, sekretaris, bendahara, bidang perencanaan program, bidang pengembangan organisasi sapras administrasi, dan bidang humas. Sekilas ada biodata dari Sri Hastututi siapa dia dan darimana kelahirannya berikut penjelasannya. Dra. Sri Hastuti Lastyawati, M.Pd guru PPKn SMK N 4 Surakarta, Ketua MGMP SMA-SMK PPKn se-Solo Raya tahun periode 2017-2021 lahir di klaten. Kemudian mengenai riwayat pendidikan dia merupakan lulusan SD Negeri Kendaren, Jatinom, Klaten, SMP Negeri Kendaren, Jatinom, Klaten. SMA Jatinom Karanganom, S1 FKIP PMPKn UNS, dan S2 di UMS untuk Magister Pendidikan. Dia mengaku pernah keluar negeri dalam rangka studi banding mengadakan penelitian ke Singapura. Dia memiliki 2 orang anak, yang pertama Sigit Perdana Kusuma yang sudah bekerja menjadi biro pariwisata merupakan lulusan D3 UNS, kemudian anak yang kedua bernama Ihlari Neti Hapsari saat ini kuliah fakultas ekonomi UNS semester 3. Suaminya bernama Waluyo Sigit Susilo yang juga seorang guru di SMK N 9 Surakarta. Bersama suami dan anaknya sekarang tinggal di Gawanan Timur RT 02/RW 07 dekat SMK Adi Sumarmo Colomadu. Dalam perbincangan akhir Sri Hastutu yang dikenal oleh rekan sejawatnya sebagai wanita supel ini memiliki motto hidup yaitu life long education. Masih ada satu hal yang perlu kita ketahui bersama bahwa dia seorang pelatih kwarcab pramuka kota Surakarta.(Nia/Ries/R)

Related posts

Leave a Comment