Puluhan Guru dan Siswa SMK Kosgoro, Sragen Ikuti Diklat Jurnalistik


Perkembangan ilmu jurnalistik dari tahun ke tahun-tahun terus berubah seiring perubahan jaman. Namun demikian kata kunci atau konsep jurnalistik tetap tidak berubah apalagi bagi seorang jurnalis artinya seorang wartawan dalam membuat berita selalu mengedepankan konsep 5W + 1H. Karena di dalam konsep tersebut terkandung makna serta kunci yang pasti bagi setiap wartawan di dalam membuat berita tak terkecuali media apapun baik cetak maupun elektronika seorang jurnalis harus tahu dasar-dasar jurnalistik. Mengupas tentang ilmu jurnalistik bukan hanya wartawan yang punya hak tetapi masyarakat umum pun diberi kesempatan untuk mencoba menggarap sejauh mana ilmu jurnalistik itu berfungsi dan berdaya guna ilmu jurnalistik merupakan ilmu yang sangat mendasar untuk menterjemahkan maksud dan tujuan serta pendapat seseorang seperti apa ilmu jurnalistik berperan serta di era globalisasi, ternyata tidak hanya mahasiswa ilmu komunikasi saja yang mempelajari tetapi mahasiswa ilmu lain pun juga ramai-ramai mempelajari pula. Bahkan para siswa SMP dan SMA sejak beberapa tahun ini beramai-ramai mendalami ilmu yang unik dan menarik ini. Seperti disampaikan oleh kepala SMK Kosgoro 1 Sragen Drs.H Suhadi S.Pd,SH,M.Pd,MM bahwa setiap pemimpin harus tahu persis kedudukan ilmu jurnalistik kegunaan serta peradabannya. Pendekatan ilmu jurnalistik sangat memudahkan semua ilmu yang ada karena ilmu jurnalistik itu singkat padat bermakna serta penuh misi. Memudahkan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain dalam bertukar pikiran melalui media tulisan maupun media lisan. Penegasan Suhadi tersebut disampaikan dalam acara diklat jurnalistik singkat yang diselenggarakan oleh panitia penyelenggara peringatan HUT Kosgoro ke-60 di sekolah setempat. Diklat yang diikuti oleh puluhan guru dan siswa kosgoro tersebut berjalan aman dan lancar, diklat jurnalistik yang digelar atas kerjasama dengan majalah Didik merupakan diklat yang pertama kali. Para guru dan siswa yang jumlahnya puluhan orang tersebut nampak dengan antusias sedang mendengarkan pemaparan dasar-dasar jurnalistik dengan konsep 5W + 1H yang disampaikan oleh pemimpin redaksi majalah Didik Riestanto, S.Sos. Satu hal yang paling penting dalam membuat berita selain harus dengan fakta juga harus mengedepankan keamanan berita. Kunci 5W + 1H merupakan modal dasar seorang wartawan dalam membuat berita. Sementara itu Suhadi menambahkan tidak hanya siswa yang harus tentang ilmu jurnalistik melainkan para guru pun diwajibkan untuk bisa membuat berita, karena guru memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan apalagi di era sekarang guru dituntut untuk bisa menulis karya ilmiah atau karya inovatif yang dampaknya bisa menjadikan guru bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya. Mengapa diselenggarakan Diklat jurnalistik? Karena menurut Suhadi selain bisa menjadikan guru cerdas juga bisa membawa guru dalam memaparkan permasalahan yang ada. Diklat jurnalistik yang berlangsung pada Kamis 9 November di ruang pertemuan sekolah tersebut disambut hangat oleh para guru dan siswa. Beberapa pengurus yayasan juga hadir dalam kesempatan tersebut, mereka adalah DR. Drs. H Gatot Supadi, M.Pd, MM., Drs. Aman Suryadi, SE., Drs. H Suparno, MBA, MM. serta pengurus yang lainnya mengaku senang dan bangga karena SDM yang ada diajarkan untuk mempelajari ilmu jurnalistik.(Ries/Nia/R)

Related posts

Leave a Comment