Dari Seminar Nasional STIE AUB Surakarta

DUA PAKAR EKONOMI KONDANG INDONESIA BAHAS PERSAINGAN DUNIA KERJA & PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA GLOBAL

Seminar Nasional di Gedung Garuda Graha STIE-AUB Surakarta

Dua minggu berturut-turut perguruan tinggi AUB yang terdiri dari STIE AUB, STMIK AUB, & AT AUB menggelar berbagai even yang tujuannya untuk mengkolaborasikan antara mata kuliah yang dijadikan bahan ajar para mahasiswa D3, S1, maupun S2 guna menyelaraskan situasi dan kondisi atau keadaan perekonomian dunia pada umunya dan perekonomian Indonesia khususnya. Mengingat dan menimbang karena sarjana AUB telah dikenal oleh masyarakat sebagai SDM andal dalam dunia perekonomian maka sudah tentu apabila mahasiswa AUB yang notabene calon sarjana ekonomi yang kedepannya akan mengemban tugas sebagai pelaku perekonomian harus tahu, mampu, dan menguasai keaadaan perekonomian yang dimaksud.

Seperti yang baru saja terjadi pada Sabtu, 18 November dan Sabtu, 25 November 2017 lalu STIE AUB menggelar acara seminar akbar yaitu seminar nasional dengan menghadirkan dua orang pakar ekonomi kondang yaitu Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Si, dan Prof. Dr. Ir. Budi Jatmiko, M.Si, M.Ei tema yang diambil dalam seminar nasional yang berlangsung pada 25 November 2017 lalu adalah “Menyongsong Perekonomian Indonesia 2018 Dalam Perspektif Global” dengan pembicara tunggal yaitu Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc. Kemudian pada seminar yang digelar Sabtu, 18 November lalu mengambil tema “Era persaingan dunia kerja berbasis kompetensi” dengan pembicara Prof. Dr. Ir. Budi Jatmiko, M.Si, M.Ei (Ketua umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat) khusus untuk seminar ini pihak panitia menggelar di gedung Garuda Graha STIE AUB Surakarta Jl. Mr Sartono No.97 Surakarta. Seminar  ini diikuti oleh 600 orang terdiri dari mahasiswa S1 program Akuntansi, S1 Manajemen, D3 Akuntansi, D3 program manajemen Informasi, D3 Keuangan Perbankan, dan dosen STIE-AUB Surakarta. Sementara untuk seminar nasional dengan tema Menyongsong perekonomian Indonesia 2018 dalam perspektif global digelar di Hotel Adiwangsa Jajar Surakarta yang  diikuti mahasiswa S2 program pascasarjana Magister Manajemen (MM) berlangsung aman dan lancar. Seperti dilaporkan pihak panitia penyelenggara seminar bahwa Untung Suhartono, SE, MM bahwa seminar ini diikuti oleh kurang lebih 526 peserta. Dr. Agus Utomo selaku ketua STIE AUB Surakarta dalam sambutan seminar saat itu mengatakan mahasiswa sebagai insan terdidik yang notabene sebagai calon-calon pemimpin bangsa harus peka terhadap perkembangan perekonomian dunia, karena sebagai calon sarjana ekonomi mau tidak mau harus turut serta mengemban tugas sebagai pemikir negara. Karena maju mundurnya negara ini juga tidak lepas dari peran penting dunia pendidikan, karena itu hendaknya mahasiswa tekun, cermat dalam menanggapi perkembangan Indonesia yang terkait dalam perspektif global dan calon sarjana harus mengerti persaingan dunia kerja yang tentunya kesemuanya berbasis kompetensi. Lebih lanjut Agus Utomo berharap para mahasiswa yang mengikuti seminar agar bisa mencermati perkembangan ekonomi di Indonesia khususnya dan perkembangan ekonomi pada umumnya. Dalam makalahnya Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc menuliskan tentang visi misi pemerintah yaitu jalan perubahan untuk Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian Nawa Cita (Pengejawantahan Trisakti) antara lain, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, meningkatkan kualitas hidup manusia, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Dalam kesempatan tersebut Prof. Dr. Ir. Budi Jatmiko, M.Si dalam makalahnya mengupas tentang peran perguruan tinggi sebagai satuan pendidikan yang mempersiapkan dan mencetak SDM disini dimaksudkan mahasiswa harus mampu mengantisipasi tuntutan global. SDM yang dihasilkan harus mampu menangkap berbagai tantangan menjadi peluang. SDM yang dihasilkan harus betul-betul yang berkualitas dan memiliki keunggulan kompetitif. Perguruan tinggi harus selalu meng-update kurikulum dan strategi pendidikan dan pengajaran yang dilaksanakan. Visi, Misi, dan tujuan pendidikan harus mengarah pada terciptanya SDM yang unggul sejalan dengan era globalisasi.

Dalam bentuk SDM unggul, pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional RI memberikan otonomi seluas-luasnya untuk mengatur diri sendirii kurikulum setiap program studi yang diselenggarakannya. Pendidikan tinggi harus mulai terbuka dan memperhatikan SDM yang akan dihasilkannya. Pemberian bekal dalam ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan, sikap (attitude), pengembangan diri dan penyiapan mental akan sangat mendukung sekali terhadap terbentuknya manusia unggul yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional.

Sementara itu ditempat terpisah ketua Yayasan Karya Dharma Pancasila (YKDP) Surakarta Dr. Anggoro Panji Nogroho, SE, MM kepada majalah DIDIK mengatakan “seminar seperti ini menjadi suatu jadwal yang rutin bagi perguruan tinggi AUB apalagi tema yang diambil selalu berkaitan dengan urusan persaingan kerja dan masalah perekonomian Indonesia, seminar seperti ini akan ditingkatkan kapasitasnya kemungkinan tidak hanya seminar nasional melainkan akan menggelar seminar Internasional, oleh karena itu pihak yayasan akan selalu turut serta mengikuti program kerja yang dilakukan oleh pihak akademik selama itu mengacu pada upaya peningkatan profesionalisme mahasiswa dan dosen serta karyawan dan ada korelasi dengan dunia pendidikan dan perkembangan perekonomian negara maka setiap program yang dibuat panitia akan kami perhitungkan secara matang. Karena seminar itu mengajarkan kepada para mahasiswa untuk berpikir kritis memperluas cara pandang dalam menyikapii setiap masalah baik local maupun global. Oleh karena itu sebagai ketua yayasan tentunya saya menyambut baik terhadap acara seminar ini.(Ries/KAns/R)

Related posts

Leave a Comment