Peluang dan Tantangan Pendidikan Vokasi di Era Industri 4.0

Semarang (24 Maret 2018) di hadapan Kepala Sekolah SMK-MA-SMA Muhammadiyah Se-Jawa Tengah, Direktur Sekolah Vokasi UMS Dr.H. Suranto. ST. MM mengenalkan tentang pendidikan vokasi dan peluang serta tantangan pendidikan vokasi di era industry 4.0. Kegiatan yang dipelopori Dikdasmen PWM Jawa Tengah ini di ikuti sekitar 300an Kepala Sekolah, penyampaian materi penuh semangat dan peserta pun sangat antusias. Disampaikan bahwa
pendidikan vokasi dan pendidikan kejuruan masih memiliki tempat atau dengan kata lain masih sangat dibutuhkan oleh pasar kerja. Kesempatan dan peluang bagi lulusan masih terbuka luas, Lulusan SMK atau kejuruan disiapkan untuk menjadi tenaga kerja terampil, menekuni bidang kejuruan (keahlian) tertentu memiliki kesempatan luas dalam meraih pekerjaan dengan jenjang karir, keahlian khusus sesuai kompetensinya. Era industry 4.0 yang sedang berjalan, di tandai dengan pesatnya kemajuan teknologi, daring, perubahan, persaingan dan kompleksitas masalah,
maka bagi lulusan pendidikan kejuruan harus siap bersaing, siap terampil, siap guna dan siap mandiri dibekali dengan skill, knowledge dan attitude yang cukup untuk menghadapi dunia kerja.
Tantangan persaingan bisnis di dunia usaha dan dunia industri (DUDI) mengalami peningkatan yang signifikan, tidak hanya antar industri-industri lokal dan nasional, melainkan juga persaingan berbagai industri multinasional. Indonesia memasuki (ASEAN Economic Community) sejak awal tahun 2015, produk, jasa, kapital maupun tenaga kerja dari seluruh negara-negara tetangga anggota ASEAN bebas masuk tanah air. Hal ini merupakan peluang
untuk mengembangkan usaha atau peningkatan skill tenaga kerja pada level pasar yang lebih luas, namun di sisi lain merupakan ancaman karena semakin ketatnya kompetisi. Karena itu tantangan bagi lembaga pendidikan menyiapkan berbagai strategi, kerjasama riil dengan DUDI, juga perbaikan daya saing SDM dan produktivitas SDM baik pada level lokal, nasional, regional maupun global, melalui peningkatan-peningkatan kualitas skill SDM, dan efisiensi dan inovasi teknologi di segala sektor baik komponen technoware, humanware, inforware dan organware.
Peningkatan yang berkelanjutan, kerjasama mitra dengan DUDI, peningkatan skill, knowledge dan attitude bidang vokasi telah dilakukan oleh Sekolah Vokasi UMS yang menerima siswa short course di didik menjadi tenaga terampil, tenaga ahli dibidang mekanik alat berat, operator alat berat, operator dan maintenance pembangkit listrik, perbankan syariah, perhotelan syariah, animasi 2D-3D, wirausaha dan online shop marketing. Terbukti lulusan dari Vokasi UMS bisa mandiri dan 100% terserap di dunia kerja.

0Shares

Related posts

Leave a Comment