Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Tim Kesenian SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Sukses Tampil di Direktorat Kesenian Kemendikbud RI

Solo, Jawa Tengah,- Generasi zaman now akhir-akhir ini, dihadapkan secara langsung antara kesenian modern dan kontemporer, maka perlu dilakukan upaya-upaya pelestarian yang tepat sasaran dan berkesinambungan. Salah satunya yang dilakukan sekolah pendidikan karakter berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah melalui program satu atap dengan memperteguh kegiatan Ekstra Kurikuler.Sebanyak empat puluh delapan personil yang tergabung dalam satu tim Kesenian yang terdiri dari Siswa dan Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta telah  hadir pada acara pembukaan Workshop Fasilitasi Sarana Kesenian di Satuan Pendidikan Tahun 2018.

“Pementasan anak-anak tersebut telah selenggara  pada tanggal 7 Maret 2018 di Hotel Golden Boutique, Jakarta Pusat. Tim Pentas dan pendamping telah tiba di Jakarta pada tanggal 6 Maret 2018 untuk keperluan persiapan,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Jatmiko, Surakarta, Ahad 4 maret lalu.

Dalam keterangannya yang kami dapat “kegiatan ini telah dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Pejabat Eselon I di Lingkungan Kemdikbud, Komisi X DPR RI, Direktur Jenderal Kebudayaan, dan Kepala Sekolah tingkat SD, SMP dan SMA Penerima fasilitasi sarana kesenian seluruh Indonesia,” ucapnya.

Dikatakan Sutra Dalang Ki Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn Pertunjukan ini telah usai  didampingi oleh guru Ekstra Kurikuler Danardono Sri Pamungkas, S.Sn., Sri Suwanti, S.Pd, Guru-guru, Perias Karakter dan Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd.

“Tim Kesenian SD Muh 1 saat itu  membawakan Adegan Fragmen Anoman Duta di mulai dari Gara-gara, Adegan Dasamuka, Adegan Rama Plus Anoman, Budalan Hanoman, Anoman dirantai, dan Paripurna,” imbuhnya.

Salah satu pihak Kementerian Undung Wiyono berpesan, “salam budaya, anak-anak kondisikan supaya ceria, tampil tanpa beban dan karakter asli, anak-anak yang mbocahi, dalam perjalanan usahakan anak-anak santai, gembira dan menikmati perjalanan, bawa kebutuhan obat masing-masing dan bombong terus,” Humas Jatmiko.Puluhan Siswa SDM 1 Ketelan Tampil Memukau di Hadapan Mendikbud.

Jakarta, Indonesia,-  Sejumlah 35 siswa dan 13 pendamping (guru, tim perias) sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah tampil memukau di hadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP dan 300 kepala sekolah yang terdiri dari satuan pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB Negeri maupun swasta yang tersebar di 34 Provinsi dalam rangka pembukaan workshop Fasilitasi Sarana Kesenian di Satuan Pendidikan Tahun 2018, 7 Maret 2018 di Hotel Golden Boutique, Jakarta Pusat, Indonesia.

Dalam Sinopsis yang dibacakan MC. “Amar ma’ruf nahi munkar dilandasi keikhlasan dalam melaksanakan amanah patut kita aplikasikan dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara.  Sebagaimana Sang Anoman yang telah diangkat sebagai Duta dari Sri Rama Wijaya untuk memastikan keberadaan Sinta di Taman Argasoka. Shinta merupakan simbol dari kondisi alam yang “gemah, ripah, loh jinawi, kerta, tata tur raharja” yaitu menunjuk pada situasi alam dan masyarakat yang baldatun, thayyibatun wa rabbun ghafur (Negeri yang baik dengan Tuhan Yang Maha Pengampun).

Keadaan yang demikian telah dijamah oleh niat angkara murka yang di refleksikan tokoh Rahwana Raja. Anoman sebagai Duta dari Sri Rama Wijaya segera melaksanakan mandat yang diberikan kepadanya. Kedatangan Anoman di Taman Argasoka diketahui oleh Indrajit. Terjadilah peperangan antara keduanya, Anoman berhasil dirantai oleh Indrajit. Anoman dibakar di tengah alun-alun Negara Alengkadiraja. Api yang menjilat-jilat menyelimuti dirinya dimanfaatkan oleh Hanuman untuk membakar Kraton Alengka beserta isinya. Bagaimana kiprah Hanuman sebagai Duta pinilih, kita saksikan bersama Kisah Ramayana dalam Episode ANOMAN DUTA,” Jelas Sutradalang Ki Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn, Rabu,  (7/3/2018).

Jibril salah seorang siswa kelas 5 yang terlibat langsung menjadi Anoman berpendapat  “kegiatan ini mampu meningkatkan olah rasa, kreatif, gigih, fokus, disiplin dan kerja sama serta tidak kalah pentingnya saya merasa senang,”

Dalam bincang-bindang di akhir kegiatan, Kepala Sekolah Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd., Al Hamdulillah tim kesenian SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam acara workshop penyerahan sarana kesenian Direktorat Kesenian Kemendikbud. Kesempatan ini merupakan penghargaan sekaligus menjadi sarana untuk menunjukkan kemampuan anak-anak setelah mengikuti kegiatan ekstra kurikuler seni karawitan, pedalangan dan tari. Harapannya dengan kegiatan ini semakin maksimal penggunaan alat kesenian dan sebagai alat pembentukan pendidikan karakter serta wahana rerekreasi seni bagi anak-anak,”. Humas Jatmiko.Dr. Restu Gunawan, M.Hum Hadiri Pentas Seni Budaya Pembukaan Workshop Bantuan Fasilitas Sarana Kesenian

Jakarta, Indonesia – Direktur Kesenian Dr. Restu Gunawan, M.Hum hadir di acara Pembukaan Workshop Bantuan Fasilitas Sarana Kesenian bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP.

Acara ini digelar di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (7/3/2018). Acara ini diikuti 300 kepala sekolah, dari SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB baik negeri maupun swasta penerima bantuan yang tersebar di 34 Provinsi.

Acara ini dimeriahkan penampilan yang sangat apik dari Puluhan Siswa Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah yang menampilkan Anoman Duta.

Dr. Restu Gunawan, M.Hum., mengatakan tim kesenian SD Muhammadiyah 1 Ketelan yang tampil luar biasa. Anak-anak tidak hanya berkesenian tetapi juga menghayati nilai-nilai dibalik cerita anoman duta. mereka tidak hanya belajar lagu-lagu jawa tetapi juga lagu-lagu nasional dan daerah lain, di sinilah hakikat penguatan karakter melalui kesenian. jadi sistem pembelajaran yg komprehensif dengan memadukan olah rasa. olah hati olah pikir dan olah raga di SD muhamadiyah 1 Surakarta bisa menjadi model sekolah lain dalam mengembangkan pendidikan karakter.

Agung Sudarwanto, S.Sn., M.Sn ketika menjadi nara sumber Program Talk show Fasilitasi sarana Kesenian di satuan pendidikan menyampaikan “Dalam Ekstra Karawitan diajarkan tidak hanya teknik memainkan gamelan tetapi perlu ditanamkan nilai-nilai kepedulian, saling menghargai perbedaan, toleransi, penghargaan karya orang lain, kejujuran, sopan santun, estetika, etika, cinta tanah air.

Di tambahkan “Minat bakat siswa untuk mengikuti ekstra karawitan menjadi modal dasar siswa Sarana prasarana menjadi menjadi alat pendukung fasilitas pengembangan bakat dan minat siswa, ditunjang SDM pengajar seni yg berkopeten di bidangnya. Kita dari SD MUH 1 sudah ada sarana dan prasarana tersebut, terkaid bantuan alat kesenian kita juga mengajukan guna pengembangan ekstra dan mendukung ekstra Teater untuk memfasilitasi bakat minat siswa,”imbuhnya.

Kasubdit Program Dokumentasi dan Evaluasi Kuat Prihatin menyampaikan “Matur nuwun kagem segenap warga SD Muhamadiyah 1 Ketelan, tampilan yg sangat baik dan semoga bisa menginspirasi para Kepala Sekolah dalam mengelola kesenian dengan sarana yg diterima. Sukses untuk SD Muh 1 Ketelan Surakarta. Humas Jatmiko.

Related posts

Leave a Comment