DR Bekti Suharto Jadi Pembicara Hukum Kesehatan di Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo

Sukoharjo – Seminar yang diselengarakan oleh Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo menghadirkan Pembicara DR Bekti Suharto. Seminar diikuti oleh mahasiswa Poltekkes Bhakti mulia dan dihadiri juga oleh orang tua wali mahasiswa. Bekti memaparkan tentang Hukum Kesehatan yang merupakan kompetensinya.

Dalam sejarah perkembangannya telah terjadi perubahan orientasi nilai dan pemikiran tentang upaya memecahkan masalah kesehatan, yang pada hakekatnya berkembang sejalan dengan proses perkembangan teknologi dan sosiologi budaya.

Pelayanan kesehatan yang pada hakekatnya merupakan upaya penyembuhan itu telah mengalami perkembangan. Pada mulanya, pada jamannya HIpocrates upaya penyembuhan/upaya kesehatan hanya terbatas atau menitik beratkan pada segi kuratif (saja) dan hanya menyangkut hubungan interpersonal antara sang pengobat dan sang penderita. Sekarang hal itu telah berkembang kea rah kesatuan upaya kesehatan yang mencakup upaya pramatif (peningkatan), preventif (pencegahan) kuratif (penyembuhan) dan rehabilitative (pemulihan) yang bersifat menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Ini menyangkut hubungan dengan seluruh anggota masyarakat sebab untuk seluruh masyarakat dan dengan peran serta seluruh masyarakat.

Upaya yang luas dan kompleks tersebut dipengaruhi oleh factor social budaya, lingkungan ekonomi, lingkungan ekonomi, lingkungan fisik dan bialogi yang bersifat dinamis dan kompleks. Hal ini  sangat berkaitan erat dengan cara pandang dari masyarakat dan dengan perubahan nilai dan perilaku yang dianggap tepat oleh masyarakat.kait

Dengan demikian, upaya tersebut juga terkait dengan segala ketentuan norma yang berlaku dalam masyarakat atau mungkin norma satu dengan lainnya berlaku tumpang tindih (misalnya :antara norma agama, norma etik/kesusilaan dan norma hokum). Sehingga pelaksanaan profesi medic tidak mungkin diselesaikan dengan norma etik saja. Keterkaitan itu (tumpang tindih) memperluas yurisdiksi hokum. Norma-norma tersebut mempunyai perbedaan dan persamaan, yang bila dikaji akan menimbulkan ketegangan-ketegangan antara bidang medic dan hukum, Salah satu cara agar ketegangan itu tidak terterjadknya dk-tidai atau setidak-tidaknya dieliminir, yaitu dengan pendekatan medikolegall

0Shares

Related posts

Leave a Comment