Belajar Kreatif Dengan ”Buaisigema”

Loading...

Oleh : Ais Widayanti, S.Pd

(Guru IPA SMP N 1 Jatiroto, Kabupaten Wonogiri)

Fungsi pendidikan sebagaimana tertuang dalam pasal 1 Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dikembangkan ke dalam tujuan  pendidikan. Tujuan pendidikan sebagaimana tertuang dalam pasal yang sama adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri. Mengelola tujuan pendidikan tidak lepas dari pelaksana pendidik, yaitu Guru. Keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh faktor  pendidik atau guru dalam proses pembelajaran yang berlangsung dikelas dengan menerapkan berbagai alternatif media pembelajaran sebagai pendukung dalam pembelajaran. Melalui media diharapkan memberi sumbangan positif dan meningkatkan kreativitas maupun efektifi tas dalam pembelajaran.

Pengertian media pembelajaran adalah alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun diluar kelas, atau media pembelajaran adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi intruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar secara aktif, kreatif, efektif dalam usaha mencapai keberhasilan. Media dalam pembelajaran banyak ragamnya sesuai dengan specifickasinya masing-masing seperti media visual dapat berupa; grafi k, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik  media audial, radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya. Media sebagai alat bantu pembelajaran lebih berperan sebagai “medium”, yang berarti perantara atau pengantar, pesan dari si pengirim (komunikator atau sumber/source) kepada si penerima (komunikan atau audience/receiver). Melalui media dalam pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami dan meningkatkan aspek atau domain-domain IPA yang mencakup pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) dan sikap (afektif). Ketiga aspek tersebut berdampak pada pengembangan daya kreativitas, efektivitas, inovasi dan efi siensi dalam proses pembelajaran, aspek keterampilan yang harus siswa kuasai dalam meningkatkan kualitas belajar tercakup dalam 4 C yaitu; (Creativity and innovation skills, Critical thingking, Communication skill, Collaboration skill).

Untuk mengembangkan kreatifitas siswa berbagai upaya telah dilakukan guru, salah satu upaya tersebut dengan membuat media pembelajaran. Media pembelajaran sebagai sarana menyampaikan pesan dari guru kepada siswa sangat efektif meningkatkan aktivitas, motivasi, kreativitas dan hasil belajar siswa, hendaknya guru mampu mengembangakan berbagi media dalam upaya penyampaian pesan melalui media tersebut. Media pembelajaran “BUAISIGEMA” singkatan dari Buku Ajaib Sistem Gerak Manusia, media ini berupa buku yang dibuat menarik perhatian siswa  karena ada hal ajaib yaitu jika lembaran bergambar rangka manusia ditarik akan berubah warna dan muncul keterangan nama bagian rangka manusia. Pembuatan “BUAISIGEMA” sangat mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal, media terbuat dari kertas karton, kertas HVS, plastik mika dan sepidol warna-warni.

Bagaimana pembuatan media “BUAISIGEMA”?, Pertama, kertas karton dipotong dengan ukuran 30 cmx17 cm dibagi 2 sisi yaitu sisi A dan B, sisi A diberi lubang persegi dengan ukuran 10 cmx 10 cm. Kedua, kertas HVS dan plastik mika dipotong dengan ukuran 15 cmx15 cm, gambar bagian rangka manusia dengan sepidol satu lembar satu bagian pada kertas HVS dan plastik mika, memberi warna dan keterangan gambar dikertas HVS dan di plastik mika tidak di beri warna dan keterangan. Ketiga, menggabungkan kertas HVS dan plastik mika yang sudah di beri gambar dengan solasi pada tepi kanan kertas dan meletakkan di tengah kertas karton antara sisi A dan B. Keempat, sisi A dan B di beri sekat kertas HVS dengan ukuran 15 cmx 15 cm, plastik mika diletakkan di depan sekat dan kertas HVS bergambar diletakkan dibelakang sekat. Kelima, tarik sisi kanan gabungan plastik mika dan kertas HVS bergambar rangka maka

akan tampak perubahan warna, tampak dari depan hanya hitam putih setelah ditarik  akan berubah warna dan muncul keterangan dari gambar bagian-bagian rangka manusia. Pembelajaran menggunakan media “BUAISIGEMA” dapat meningkatkan kreativitas, aktivitas, inovasi siswa karena siswa dapat menuangkan ide gagasan membuat media dari bahan lain misalkan dari kardus bekas atau kartu undangan bekas yang bisa digunakan menggantikan kertas karton.

Dari proses pembelajaran menggunakan media “BUAISIGEMA” akan mempermudah siswa dalam menghafal nama-nama bagian dari rangka manusia dan peningkatan mutu pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Tidak hanya mata pelajaran IPA yang bisa menggunakan media ini, mata pelajaran lain bisa menggunakan dengan mengganti gambar disesuaikan dengan materi yang ada pada mata pelajaran tersebut. Membuat media pembelajaran selain sebagai media dalam membantu pembelajaran dikelas media juga merupakan salah satu kegiatan pengembangan keprofesian berlanjutan (PKB), media yang berupa hasil karya guru dapat dinilaikan angka kreditnya sebagai karya inovasi dengan nilai 1 untuk media sederhana dan 2 untuk media yang kompleks sesuai aturan dalam buku 4 pedoman kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Media “BUAISIGEMA” hasil karya ini juga telah penulis sebagai bagian dari malakah pada Simposium Nasional tahun 2015 dan Forum Kreativitas Karya Inovasi (FKKI) PPPPTKIPA tahun 2016 di Bandung.

Media “BUAISIGEMA” menjadi salah satu alternatif dalam merangsang siswa untuk kreatif, inovatif dan menginspirasi dalam mengembangkan praktik terbaik dalam pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa melalui penerapan media”BUAISIGEM”dalam pembelajaran akan mampu mendongkrak dan meningkatkan kreativitas, efektivitas, inovasi, efi siensi dan mandiri sehingga secara berangsur angsur memberi sumbangan positif dan meningkatkan kualitas hasil belajar siswa yang mencakup aspek-aspek pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) dan sikap (afektif).

loading...

Related posts

Leave a Comment