Keterampilan Menulis Puisi Dengan Media Kartu Mimpi Bergambar

Loading...

Dra. Dewi Arifah Rohayati, M.Pd  (Guru SMP Negeri  1 Kabupaten Karanganyar) 

“Media kartu mimpi bergambar mengajarkan siswanya belajar dengan mudah menulis karya sastra, khususnya cerita pendek (cerpen) dan puisi. Lewat kartu mimpi, siswa diharapkan lebih mudah mengidentifikasi dan menulis tema cerita, tokoh, setting, peristiwa, dan klimaks untuk membantu penulisan cerpen dan menggunakan unsur-unsur pembentuk puisi yakni imajinasi, citraan, kiasan, dan diksi untuk penulisan puisi,” ungkap Dewi Arifah Rohayati  saat dikonfimasi Majalah DIDIK beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Media ini akan membantu guru dan siswa untuk bersikap kreatif, berpikir kritis, memiliki kepekaan, serta lebih mempertajam daya pikir dan imajinasi siswa. Penggunaan media kartu mimpi diharapkan dapat membantu siswa untuk menemukan gagasan berdasarkan mimpi yang pernah mereka alami, terkait dengan tema yang ditentukan oleh guru. Proses menemukan ide dalam penulisan puisi juga di dukung dengan adanya gambar pada kartu mimpi, dimana gambar tersebut memiliki keterkaitan dengan tema yang telah ditentukan.

“Guru akan menentukan sebuah tema yang nantinya akan dikembangkan oleh siswa menjadi sebuah puisi. Guru akan mengajak siswa untuk mengingat kembali mimpi mareka yang paling berkesan terkait tema yang telah ditentukan. Tema yang dipilih adalah tema yang terkait dengan kehidupan siswa dengan karakteristik remaja yang tentunya erat melekat pada diri mereka. Setelah itu siswa akan dibarikan kartu mimpi. Kartu tersebut akan memiliki dua sisi yang berlainan isi. Pada bagian depan kartu mimpi bergambar ini akan berisikan sebuah gambar terkait tema yang ditentukan dimana diharapkan dapat membangkitkan inspirasi siswa. Satu sisi akan berisikan gambar yang akan merangsang indera penglihatan siswa sehingga bisa membayangkan dan merasakan sebagaimana yang nampak dalam gambar tersebut. Siswa akan diminta mengingat kembali mimpi menarik yang pernah dialaminya terkait dengan gambar yang ada dalam kartu mimpi tersebut. Sementara sisi lainnya akan berisi rekaman catatan peristiwa yang muncul dalam imajinasi siswa, yang berupa unsur-unsur pembangun puisi,” jelas Dewi

Ia menambahkan bahwa mimpi yang dimaksudkan disini memiliki keterbatasan makna. “Keterbatasan konsep mimpi yang dimaksudkan adalah imajinasi siswa ketika siswa dihadapkan pada suatu gambaran, situasi atau peristiwa, dimana imajinasi tersebut terjadi ketika siswa dalam kondisi relaks, nyaman dan dengan situasi yang tenang. Melalui kartu mimpi siswa di minta mereka ulang kejadian atau peristiwa yang pernah mereka alami terkait tema yang telah ditentukan, ”imbuhnya. (Ami)

 

loading...

Related posts

Leave a Comment