Membangun Karakter Siswa Melalui Pendampingan Kajian Keagamaan

Loading...

Di Aula SMA Negeri 2 Sukoharjo, Mendungan November 2018, panitia kerohanian Islam SMA Negeri 2 Sukoharjo rutin mengadakan pembinaan, pendampingan melalui pengajian dan motivasi keagamaan. Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut motivator spiritual building dan IESQ, Dr. H. Suranto. ST. MM. M.Si (Direktur Sekolah Vokasi UMS), menyampaikan materi secara jenaka membuat peserta larut dalam humor dan materi yang menyenangkan, tak sedikit guru dan siswa terpingkal pingkal tak kuasa menahan gelak tawa dalam kegiatan tersebut.

Dalam ceramahnya  pembicara menyampaikan 7 golongan yang mendapat naungan Alloh di akherat, saat tidak ada naungan kecuali naungan dari Alloh SWT. Penceramah mengutip hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 2391), An-Nasa-i (VIII/222-223), Al-Bukhari (no. 660, 1423, 6479, 6806), dan  Muslim (no. 1031 (91).

Adapun 7 golongan yang mendapatkan naungan dan pertolongan Alloh tersebut adalah sesuai hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh SWT pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang rajin beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan shadaqahnya lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”

Kegiatan di ikuti siswa kelas XI dan dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah, dan dihadiri guru-guru agama dan bapak ibu guru, karyawan serta beberapa guru wali  kelas XI. Kegiatan pada jam  ke NOL, ini sangat positif untuk membina dan menguatkan ilmu keagamaan, motivasi balajar dan memupuk nilai nilai keagamaan bagi siswa agar siswa memiliki karakter yang nantinya lulus menjadi insan yang bermartabat, akhlaq yang mulia, keilmuan yang cukup dan sopan santun.

loading...

Related posts

Leave a Comment